Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tegaskan Sumenep Sebagai Kota Keris Indonesia, Goa Soekarno Pasongsongan Gelar Event Bursa Keris & Pusaka

 

www.milenial.web.id

Sebagaimana telah terinskripsi dalam Representative List of Humanity UNESCO pada tahun 2008, Keris Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Dunia pada tanggal 25 November 2005. Penilaian UNESCO atas nominasi keris yang diajukan tersebut didasarkan pada aspek non bendawi yang melingkupi sebilah keris, meliputi aspek Sejarah, Tradisi, Seni, Falsafah, Simbolisme dan Mistik. Aspek-aspek inilah yang menjadikan keris diakui sebagai Warisan Dunia Tak Benda dari Indonesia.

Menurut Unggul Sudrajat, Peneliti Muda Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbudristek dalam opininya yang berjudul "Quo Vadis Sumenep sebagai Kota Keris Indonesia?" menyebutkan bahwa pasca pengakuan keris Indonesia oleh UNESCO, dunia perkerisan berkembang dengan pesat di hampir seluruh daerah yang memiliki tradisi penggunaan keris.

Salah satu terobosan yang menarik dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep adalah dengan mendeklarasikan diri sebagai Kota Keris Indonesia pada tanggal 9 November 2014.

Deklarasi yang dilakukan oleh Bupati Sumenep bersama dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Sumenep berdasarkan dari data sejarah, jumlah empu dan pengrajin, kualitas hasil produksi, potensi pasar yang terbuka lebar untuk digali, dan upaya untuk membangun jati diri dan kebanggaan melalui branding Sumenep Kota Keris.

Upaya untuk mem-branding Sumenep sebagai Kota Keris tidak hanya dilakukan oleh OPD terkait selaku kepanjangan tangan Pemkab Sumenep, yakni Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), namun juga pihak swasta seperti Goa Soekarno sebagai salah satu destinasi wisata kekinian di Sumenep.

Didukung beberapa komunitas penggiat keris di Sumenep seperti Paguyuban Sinar Payudan, Andung Sabu dan Panji Jokotole, Pengelola Goa Soekarno Pasongsongan menggelar event "Bursa Keris dan Pusaka" yang rencananya akan dilangsungkan selama dua hari (08 s/d 09 Mei 2022).

Syaiful Anwar, selaku pengelola Goa Soekarno menjelaskan alasan tempat wisata yang berlokasi di Pasongsongan itu menggelar acara bernuansa keris pada liburan Lebaran kali ini.

“Selama ini Sumenep telah dikenal dengan Kota Keris. Jadi dalam musim libur Lebaran ini kita ingin menghadirkan suasana keris dengan cara mengadakan “Bursa Keris & Pusaka” di Goa Soekarno,” terangnya.

Selain itu, Anwar juga  menghadirkan para pedagang keris yang ada di Sumenep agar dapat menggelar jualannya di acara tersebut.

“Kita berharap ada interaksi hingga transaksi antara masyarakat dengan para pelaku keris,” imbuhnya.

Ketua Genpi Madura itu juga berharap “Bursa Keris & Pusaka” di Goa Soekarno dapat menjadi pemicu bagi pengelola destinasi wisata lainnya untuk ikut membantu memperkenalkan Sumenep sebagai Kota Keris Indonesia.

“Seperti kami di sini yang mencoba menunjukkan bahwa Kota Keris bukanlah jargon semata, tetapi terdapat juga aspek keekonomiannya yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

(Roz/Den)

Posting Komentar untuk "Tegaskan Sumenep Sebagai Kota Keris Indonesia, Goa Soekarno Pasongsongan Gelar Event Bursa Keris & Pusaka"