Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketua Paralayang Jawa Timur Akui Veneu Paralayang Jokotole di Puncak Lanjari "Istimewa"

 

Bupati Sumenep bersama Ketua Paralayang Jawa Timur saat mengecek langsung lokasi take off paralayang di Puncak Lanjari

www.milenial.web.id

Setelah dibuka langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH., MH., Festival Paralayang Bupati Cup Tahun 2022 di Puncak Lanjari Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi dimulai.

Suasana peresmian berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan. Kemeriahan itu hadir berkat adanya pertunjukan tradisional Ojhung dan seni bela diri (pencak silat) sebelum peresmian dimulai.

Paca peresmian, Bupati meninjau langsung lokasi take off paralayang di temani Ketua Paralayang Jawa Timur, Camat Pasongsongan dan segenap Pemerintah Desa (Pemdes Soddara).

Kepada awak media, Bupati Sumenep menyampaikan bahwa Ia sangat berharap ke depan Festival Paralayang terus digelar untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki Kota Keris.

“Ke depan jangan hanya tingkat Jatim, tapi harus nasional. Tapi persiapannya harus lebih matang, tanggalnya harus ditentukan satu tahun sebelumnya. Jangan lupa juga terus diinformasikan” terangnya.

Sementara itu, Ketua Paralayang Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi menjelaskan, puncak Lanjari merupakan salah satu tempat terbang Paralayang yang istimewa. Sebab, di Puncak Lanjari terdapat dua tempat take off yang berdekatan, yang dapat dijadikan pilihan penerbangan paralayang saat arah angin beruabah.

"Saat angin dari barat kita bisa take off dari sebelah timur, dan saat angin dari timur kita bisa take off dari lokasi sebelah barat", tuturnya.

Ia, juga menambahkan bahwa secara teknis tempat take off maupun landing sangat memungkinkan untuk digelar even paralayang tingkat provinsi maupun nasional.

"Nanti tinggal memperbaiki tempat take off dan landingnya saja. Untuk yang lain sudah bagus dan mantap” imbuhnya.

(Roz/Den)

Posting Komentar untuk "Ketua Paralayang Jawa Timur Akui Veneu Paralayang Jokotole di Puncak Lanjari "Istimewa""