Rabu, 16 Februari 2022

SDN Panaongan 1 Fasilitasi Kegiatan Sosialisasi Imunisasi Anak Sekolah Usia 6-11 Tahun

Kepala SDN Panaongan 1 Saat Menyampaikan Sambutan dalam Kegiatan Sosialisasi Imunisasi Anak Sekolah Usia 6-11 Tahun

 www.milenial.web.id

Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun kian gencar dicanangkan tak terkecuali di Kecamatan Pasongsongan. Tujuan dari program ini tentunya adalah untuk melindungi anak agar tidak terinfeksi Covid-19 selama beraktivitas di ruang publik, termasuk selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Hari ini (Rabu, 16 Februari 2022), SDN Panaongan I menfasilitasi pelaksanaan Sosialisasi Imunisasi Anak Sekolah Usia 11-6 Tahun. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Marsuki perwakilan kecamatan, Aiptu Sugeng Hariadi dari Polsek Pasongsongan, dan Serma Setyo Hari dari Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan.

Sedangkan dari Tim Penyuluh Kesehatan Puskesmas pasongsongan, dihadiri oleh Elmi Zulviah, Hj. Sri Wahyuni, Khofifa, dan Hasanah serta Sutiksan, M.Pd., dari Koordinator Pendidikan Kec. Pasongsongan.

Dalam sambutannya, Kepala SDN. Panaongan I, H. Aminullah, S.Pd.SD.,M.Pd menyampaikan bahwa, sekolah yang Ia nahkodai sekarang bukan milik individu tapi milik semua masyarakat pasongsongan. Untuk itu, semua program sekolah termasuk program vaksinasi utuk anak usia sekolah perlu di selesaikan bersama oleh warga sekolah baik wali murid, guru maupun instansi terkait.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh H. Aminullah, Koordinator Pendidikan Kec. Pasongsongan, Sutiksan, M.Pd juga menekankan bahwa tujuan dilaksanakannya Sosialisasi ini agar wali murid bisa "arembhak" (urun rembuk) dengan keluarga masing-masing mengenai pelaksanaan vaksinasi untuk anak.

"Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan kenaikan kelas, atau kelulusan tapi demi suksesnya program vaksinasi agar terbentuk kekebalan komunal sehingga masyarakat Pasongsongan khususnya anak-anak usia SD tidak terjangkit covid-19", ujarnya.

Selain itu, Polsek Pasongsongan Aiptu Sugeng Hariadi juga menyampaikan pentingnya vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun guna membentuk kekebalan tubuh. Ia menjelaskan bahwa imunisasi (vaksinasi) ini merupakan tambahan kekebalan tubuh yang merupakan hak semua warga.

Lebih lanjut, sosok yang dikenal familiar itu juga mengajak masyarkat / wali murid agar menerima program bantuan vaksinasi gratis yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat hingga ke pelosok desa.

"Tidak hanya bantuan lain yang diminta, tapi vaksinasi tidak mau", ujarnya sambil tersenyum.

Tim Penyuluh kesehatan Puskesmas Pasongsongan, Elmi Zulviah juga memberi pencerahan kepada peserta sosialisasi bahwa vaksinasi adalah program pemerintah pusat untuk memutus penyebaran covid-19.

"Vaksin ini berfungsi untuk melemahkan bibit penyakit, seperti halnya imunisasi", jelasnya.

Elmi  juga meminta saat pelaksanaan vaksinasi nanti, orang tua bisa mendampingi anak dan berharap semoga 5 tahun kedepan tidak ada lagi orang yang terjangkit covid-19.

Sebagai tambahan informasi, Program Vaksinasi untuk anak usia 6 - 11 tahun mulai bergulir pada Desember 2021. Target sasarannya mencapai 26,5 juta anak di Indonesia. Vaksin yang akan digunakan ialah Sinovac.

Penyuntikan vaksin kepada anak usia 6-11 tahun dilakukan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mili. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari. Sebelum pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi.

Adapun pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun didasari telah terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, menekankan bahwa meskipun anak usia 6 - 11 tahun sudah bisa divaksin, namun vaksin bukan syarat mutlak mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karenanya meskipun anak-anak belum divaksin, tetap bisa mengikuti PTM di sekolah.

"Harap menjadi catatan bahwa vaksinasi COVID-19 pada anak tidak menjadi prasyarat dari pembelajaran tatap muka," tegas Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Selasa (14/12/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lalu, bagi anak-anak yang akan menjadi peserta vaksinasi, dalam pelaksanaannya, peserta vaksinasi diwajibkan untuk membawa Kartu Keluarga atau dokumen yang mencantumkan Nomkr Induk Kependudukan (NIK) anak.

(Den/Roz)

2 komentar

  1. Mantap...!!
    Mari kita sukseskan Vaksinasi/Imunisasi Covid 19 dengan mengedepankan keyakinan bahwa berusaha mencegah pasti lebih baik dari pada mengobati.
    Kita pertahankan Iman kita Kepada Allah,Dengan berdasarkan kepada Firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 34,yg berbunyi:
    WALIKULLI UMMATIN AJAL,FAIDZAA JAA A AJALUHUM LAA YASTA'KHIRUUNA SAA ATAN
    WALAA YASTAQDIMUUN
    Artinya"Dan setiap ummat mempunyai ajal (batas waktu hidup)Maka apabila ajalnya mereka tiba,mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
    Semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan Petunjuk ke jalan yang benar.aamiiin

    BalasHapus


EmoticonEmoticon