Rabu, 28 April 2021

Sebut KIM Vakum dengan Anggaran Rp. 60 Juta, Media kabarmadura.id Sebarkan Misleading Content

 

Tangkapan layar page kabarmadura.id


KIM Milenial-Pasongsongan

Salah satu media meanstrem Madura (kabarmadura.id) memuat berita yang meresahkan pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kab. Sumenep. Berita yang rilis pada Selasa, 27 April 2021 dengan judul Diskominfo Sumenep Kesal, Dianggarkan RP. 60 Juta KIM Vakum, sontak membuat segenap pegiat KIM meminta klarifikasi kepada Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, namun dengan tegas, Akh. Taufik menepis, bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Tidak benar, wartawan kabar madura memang datang menemui saya pada hari senin dan tanya-tanya tentang KIM, tapi saya tidak bilang vakum, saya cuman bilang kalau saat ini acara KIM dengan ITS masih belum terlaksana karna kita menunggu yang dari ITS," ungkapnya, Rabu (28/04/2021).

Lebih lanjut, Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Kab. Sumenep juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menegur jurnalis yang menemuinya tempo hari.

"Kok beritanya negatif seperti ini. Saya gak pernah bilang vakum. Kegiatan KIM terus berjalan, yang belum jalan kegiatan dengan ITS, yang mana itu merupakan kegiatan swadaya KIM dengan ITS", jelasnya.

Kepada jurnalis kabarmadura.id ia mempertanyakan redaksi bahasa yang telah dimuat.

"Siapa yang kesal, siapa yang vakum? Teman-teman KIM tidak terima dengan pemberitaan yang tidak benar itu", pungkasnya.

Sedangkan pihak kabarmadura.id menawarkan hak jawab yang bisa digunakan untuk klarifikasi mengenai kesalahan pemberitaan tersebut.

Merespon hal ini, Abd. Hadi selaku Ketua Forum Komunikasi (FK) KIM Kab. Sumenep mengaku kaget karena tiba-tiba ada berita seperti itu. Padahal di tiap Kecamatan yang ada KIM-nya selalu aktif mengirimkan informasi.

"Kami sangat dirugikan jika dibilang vakum, karena koordinasi dan penyebaran informasi terus berjalan hanya saja untuk saat ini kami memang membatasi kegiatan yang bersifat tatap muka semenjak covid-19", ungkapnya.

Ketua KIM Dharma Bhakti tersebut menjelaskan bahwa pegiat KIM hanyalah relawan informasi dan tidak digaji seperti wartawan pada umumnya.

"Kami ikhlas mengabdi meski tanpa gaji karena kami berkomitmen untuk terus menyebar luaskan informasi di masing-masing Kecamatan dan Desa-desa, murni tanpa embel-embel apapun. Jadi informasi itu harus akurat jangan sampai mengada-ngada apalagi dengan disengaja. Kami meminta media tersebut memberikan klarifikasi terkait berita bohong tersebut atau kami akan mengajukan perkara ini kepada pihak berwajib," tegasnya. (Roz/Den)


0 Comments

Posting Komentar