Header Ads

Forpimka Kec. Pasongsongan Dukung Deklarasi Desa ODF, Satu Langkah Menuju Masyarakat Bebas BABS

 

KIM Milenial - Pasongsongan

Untuk mengurangi semakin meluasnya angka pencemaran lingkungan dan akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan buang air besar sembarangan, Puskesmas Pasongsongan bekerjasama dengan Forpimka Kec. Pasongsongan melakukan deklarasi Desa ODF. Bertempat di pendopo Kec. Pasongsongan pada hari Selasa, 29 Desember 2020. Dihadiri oleh Polsek Pasongsongan, Danramil Kec. Pasongsongan dan segenap Kepala Desa di wilayah setempat.

Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free) menjadi penanda perubahan perilaku dan komitmen warga desa untuk tidak melakukan pencemaran lingkungan melalui kebiasaan buang air besar sembarangan. Perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat terbilang bukan hal mudah untuk dilakukan karena menyankut kebiasaan hidup sehari-hari.

Atas upaya perubahan perilaku ini melalui deklarasi Desa ODF, patut diberikan apresiasi dan dukungan yang setinggi-tingginya kepada Forpimka Kecamatan Pasongsongan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari BABS.

Camat Pasongsongan berharap momentum ini sebagai awal dari pelaksanaan kegiatan penerapan sanitasi total berbasis masyarakat. "Jika tercipta lingkungan yang sehat maka akan tercipta kehidupan yang sehat, jika tercipta kehidupan yang sehat maka tercpita badan yang kuat, dan di dalam badan yang kuat akan tercipta pemikiran yang sehat juga", jelasnya.

Suatu masyarakat bisa dikatakan ODF jika:

  • Semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban.
  • Dalam hal penggunaan pampers agar kotoran dibuang ke jamban terlebih dahulu sebelum pampers dibuang ke tempat sampah
  • Tidak ada bau tidak sedap akibat pembuangan tinja/kotoran manusia.
  • Ada peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju jamban sehat.
  • Ada mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban.
  • Ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat untuk mencegah kejadian BAB di sembarang tempat.
  • Ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat
  • Di sekolah yang terdapat di komunitas tersebut, telah tersedia sarana jamban dan tempat cuci tangan (dengan sabun) yang dapat digunakan murid-murid pada jam sekolah.
  • Analisa kekuatan kelembagaan di Kabupaten menjadi sangat penting untuk menciptakan kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga tujuan masyarakat ODF dapat tercapai.
  • Tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar.

Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah lingkungan dan perilaku, perubahan perilaku sehat ini sangatlah sulit apabila masyarakat tidak mempunyai keinginan untuk merubahnya. Perubahan ini dimulai dari diri sendiri dan dimulai sejak dini, sehingga menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan yang lebih besar dalam rangka menuju pola hidup sehat.

(Den/Roz)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.